Kamis, 04 April 2013

DATA GUA SULAWESI SELATAN

Gua Vertikal 1. Lubang Leang Pute Lebar Mulut Gua : 50 – 80 m Kedalaman Gua : 200 – 270 m Kondisi Gua : Vertikal (Long Pitch), Teras Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar – Maros (Rp 3.000-/ orang), Maros – Nahung (Rp 4.000-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2011-32, Camba 2. Lubang Dinosaurus Lebar Mulut Gua : 80-100 m Kedalaman Gua : 150 – 180 m Kondisi Gua : Vertikal (Multi Pitch), Teras Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang), Maros-Nahung (Rp 4.000-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2011-32, Camba 3. Lubang K20 Lebar Mulut Gua : 2 – 5 m Kedalaman Gua : 130 – 160 m Kondisi Gua : Vertikal (Multi Pitch), Teras Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Kappang, Km.57, Kabupaten Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang), Maros-Kappang (Rp 3.500-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar MAROS 4. Lubang Tomanangna Lebar Mulut Gua : 30 – 50 m Kedalaman Gua : 190 m Kondisi Gua : Vertikal (long Pitch) Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Dusun Langko,Kappang, Kabupaten Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang), Maros-Kappang (Rp 3.500-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar MAROS 5. Lubang Kapa-kapasa Lebar Mulut Gua : 10 – 15 m Kedalaman Gua : 210 m Kondisi Gua : Vertikal (Multi Pitch), Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Dusun Kapa-kapasa, Kabupaten Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang), Maros-Kappang (Rp 3.500-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2011-32, Camba 6. Lubang Lantang Huu Lebar Mulut Gua : 5 – 8 m Kedalaman Gua : 50 m Kondisi Gua : Vertikal (Long Pitch) Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Leang Rakko, Kabupaten Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang), Maros-Pangia (Rp 3.000-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar MAROS 7. Lubang Baba’ Lebar Mulut Gua : 2 – 3 m Kedalaman Gua : 40 m Kondisi Gua : Vertikal (Long Pitch) Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Desa Pangia, Kec. Simbang, Kab. Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang), Maros-Pangia (Rp 3.000-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar MAROS 8. Gua Padaelok Lebar Mulut Gua : 5 – 10 m Kedalaman Gua : 54 m Kondisi Gua : Vertikal (Long Pitch + Slab 200), Teras Jenis Batuan : Batu Gamping Lokasi : Desa Pangia, Kec.Simbang, Kab.Maros. Cara pencapaian lokasi : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang), Maros-Pangia (Rp 3.000-/orang) Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar MAROS B. Gua Horisontal 1. Gua Patta Jenis Gua : Horizontal (Slab ±300) Kondisi Gua : Berair Panjang Total Gua : ± 950 meter Jenis Batuan : Gamping etak Administratif : Leang Rakko, Desa Pangia, Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Pangia (Rp. 6.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Leang Rakko, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Sumber Air : Dalam Gua Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 2. Gua Sammani Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Kering Panjang Total Gua : ± 400 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Leang Rakko, Desa Pangia, Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Pangia (Rp. 6.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Leang Rakko, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan KapolresMaros). Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 3. Gua Suleman Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Kering-Berlumpur-Berair Panjang Total Gua : ± 850 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Dusun Pattunuang, Desa Samanggi Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Pattunuang Asue (Rp. 5.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Bislab, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Sumber Air : Sungai Pattunnuang Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 4. Gua Saripa Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Kering-Berlumpur-Berair Panjang Total Gua : ± 1200 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Dusun Ta’deang, Desa Samanggi Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Ta’deang (Rp. 5.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Ta’deang, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Sumber Air : Sungai Pattunnuang Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 5. Gua Hamid Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Kering Panjang Total Gua : ± 500 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Dusun Ta’deang, Desa Samanggi Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Ta’deang (Rp. 5.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Ta’deang, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Sumber Air : Sungai Pattunnuang Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 6. Gua Anjing Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Berlumpur-Berair Panjang Total Gua : ± 400 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Dusun Ta’deang, Desa Samanggi Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Ta’deang (Rp. 5.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Bislab, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Sumber Air : Sungai Pattunnuang Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 7. Gua Saloaja Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Berair Panjang Total Gua : ± 800 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Dusun Pattunuang, Desa Samanggi Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Pattunuang (Rp. 5.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Bislab, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Sumber Air : Sungai Pattunnuang Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 8. Gua Kharisma Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Kering Panjang Total Gua : ± 330 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Dusun Kappang, Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Kappang (Rp. 6.500-/orang) Waktu tempuh : ± 3,5 jam. Base Camp : Kappang, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Sumber Air : Mata Air, Km. 58 Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 9. Gua Saleh Jenis Gua : Horisontal Kondisi Gua : Kering Panjang Total Gua : ± 300 meter Jenis Batuan : Gamping Letak Administratif : Desa Pangia, Kec. Simbang Peta Topografi : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros Transportasi : Makassar-Pangia (Rp. 6.000-/orang) Waktu tempuh : ± 3 jam. Base Camp : Leang Rakko, Maros Perizinan : Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros). Jalur medis terdekat : Puskesmas Bantimurung Adat istiadat : Semua yang dilarang oleh agama 10 Gua Pamelakang Tedong (Tempat Pembuangan Kerbau) Panjang Total : 151,11 meter Jenis Batuan : Gamping Kondisi Gua : Berair. Ketinggian : ± 25 m dpl Letak Administratif : Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kec. Perwakilan Minasatene.Kabupaten Pangkep Jalur Medis Terdekat : Puskesmas Setempat 11. Gua Katalangang Erea I (Gua Yang Tegelam) Panjang Total : 188,01 meter Jenis Batuan : Gamping Kondisi Gua : Berair. Letak Administratif : Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kec. Perwakilan Minasatene.Kabupaten Pangkep. Akses ke Lokasi : Berada pada tebing yang berjarak ± 1,5 km dari jalan raya. 12. Gua Loko Tojolo (Gua Orang-orang Dulu) Letak Administratif : Dusun Buntu Kayan, Desa Sumilan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Kwasan Karst : Enrekang Gunung Terdekat : Buttu Kayan Akses ke Lokasi : Dari Sudu ke Cece (dgn kendaraan) menuju ke Sumilan. Dari Desa Sumilan menuju Buttu Kayan (jalan kaki). Gua horizontal (panjang) : meter Gua vertikal (dalam) : meter Bahaya Penelusuran Gua : Licin 13. Gua Rabun (Gua Kematian) Letak Administratif : Dusun Tangsa, Desa Benteng Alla, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Kawasan Karst : Enrekang Gunung Terdekat : Buttu Alla Akses ke Lokasi : Dari Sudu ke Desa Tangsa (dgn kendaraan) menuju ke lokasi gua (Benteng Alla). Derajat kesulitan : Sedang Pencaharian rakyat : Petani, Pedagang dijadikan sebagai kuburan Termasuk gua kering. Sedimen Gua : Tanah

Sabtu, 22 September 2012

Ekonomi Teknik

Perintis dalam bidang ini adalah Arthur M. Wellington. Pada akhir abad ke-19, seorang insinyur sipil bidang keahlian bangunan jalan kereta api di Amerika Serikat. Engineering : Profesi/disiplin dimana pengetahuan tentang matematika dan ilmu pengetahuan alam yang diperoleh dengan studi, pengalaman dan praktek dipergunakan dengan bijaksana dengan mengembangkan cara-cara untuk penggunaan secara ekonomis bahan-bahan dan sumber alam untuk kepentingan manusia. Definisi Ekonomi Teknik : Disiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik yang terdiri dari evaluasi sistematis dari iaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik. Tugas Ekonomi Teknik : Menyeimbangkan berbagai tukar rugi diantara tips-tips biaya dan kinerjanya. Ekonomi Teknik, teknik yang memuat tentang bagaimana membuat sebuah keputusan (decision making) dimana dibatasi oleh ragam permasalahan yang berhubungan dengan seorang engineer sehingga menghasilkan pilihan yang terbaik dari berbagai alternatif pilihan. Keputusan yang diambil berdasarkan suatu proses analisa, teknik dan perhitungan ekonomi. Definisi Ekonomi Teknik ??? · Adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang terkandung dalam suatu rencana kegiatan teknik (engineering) · Ekonomi teknik terlibat dengan formulasi, estimasi dan evaluasi keluaran ekonomi ketika tersedia alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan · Ekonomi teknik terlibat dengan aplikasi hubungan matematis tertentu yang membantu membandingkan alternatif-alternatif ekonomi Mengapa timbul ekonomi teknik? -Sumber daya (manusia, uang, mesin, material) terbatas, -kesempatan sangat beragam. -Kapan kita menggunakannya? · Membandingkan berbagai alternatif rancangan · Membuat keputusan investasi modal · Mengevaluasi kesempatan finansial, seperti pinjaman Tujuan mempelajari ekonomi teknik secara garis besar adalah Analisa ekonomi teknik melibatkan pembuatan keputusan terhadap berbagai penggunaan sumber daya yang terbatas. Konsekuensi terhadap hasil keputusan biasanya berdampak jauh ke masa yang akan datang, yang konsekuensinya itu tidak bisa diketahui secara pasti , merupakan pengambilan keputusan dibawah ketidakpastian. Sehingga penting mengetahui: a. Prediksi kondisi masa yang akan datang b. Perkembangan teknologi c. Sinergi antara proyek-proyek. Namun demikian keputusan-keputusan yang diambil (sekalipun dengan berbagai presikdi-prediksi yang masuk akal) terkadang terdapat juga perbedaan terhadap kenyataannya, yang lebih dikenal RISIKO. Dalam pengambilan keputusannya yang berdasar faktor-faktor (parameter) tertentu yang tidak diketahui dengan pasti mengharuskan kita menganalisa sebesara besar pengaruh faktor-faktor tersebut saling mempengaruhinya, yang dikenal analisis SENSITIVITAS. Sumber-sumber ketidakpastian: 1. Kemungkinan ketidakakuratan estimasi yang digunakan dalam analisis 2. Jenis bisnis yang berkaitan dengan kesehatan perekonomia masa depan 3. Jenis fisik bangunan dan peralatan yang digunakan 4. Lama (waktu) periode yang diasumsikan Mengapa ekonomi teknik penting bagi ahli teknik? · Keputusan yang dibuat ahli teknik biasanya merupakan hasil dari pemilihan satu diantara beberapa alternative · Keputusan menunjukkan pilihan bagaimana sejumlah uang diinvestasikan dengan cara yang terbaik · Sejumlah uang tersebut juga sebagai MODAL yg jumlahnya biasanya terbatas · Keputusan bagaimana menginvestasikan modal akan secara bervariasi memberikan perubahan di masa mendatang, dengan harapan akan lebih baik Peran ekonomi teknik dalam pengambilan keputusan ? · Ingat: manusia yang membuat keputusan – bukan “alat” yang digunakan · Ekonomi teknik adalah seperangkat alat yang membantu pengambilan keputusan tetapi tidak dapat membuat keputusan untuk manusia. · Ekonomi teknik terutama didasarkan pada perkiraan kejadian di masa mendatang- harus berhubungan dengan resiko dan ketidak-pastian · Analisis ekonomi teknik: perkiraan yg terbaik dr apa yang diharapkan akan terjadi. Keputusan diambil berdasarkan prosedur dan proses yang sistematis serta terukur dengan tahapan proses sbb: 1. Mengidentifikasi atau memahami persoalan dengan baik. 2. Merumuskan tujuan penyelesaian masalah 3. Mengumpulkan data-data yg relevan 4. Klarifikasi, klasifikasi dan validitas kebenaran data yang terkumpul 5. Identifikasi atau pelajari alternatif pemecahan masalah yang mungkin 6. Menetapkan kriteria pengukuran alternatif 7. Menyusun atau menyiapkan model keputusan 8. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua alternatif yg disediakan 9. Mengambil keputusan sesuai dengan tujun menerapkan atau mengimplementasikan keputusan yg telah diambil. Prinsip-prinsip pengambilan keputusan 1. Gunakan suatu ukuran yang umum -Nilai waktu dari uang -Nyatakan segala sesuatu dalam bentuk moneter. 2. Perhitungkan hanya perbedaan -Sederhanakan alternatif yang dievaluasi dengan mengesampingkan biaya-biaya umum -Sunk costs dapat diabaikan. 3. Evaluasi keputusan yang dapat dipisah secara terpisah -Perusahaan memisahkan keputusan finansial dan investasi 4. Ambil sudut pandang sistem -Perusahaan secara keseluruhan (sektor swasta) -Agen dan publik (sektor publik) 5. Gunakan perencanaan ke depan yang umum -Bandingkan alternatif dengan bingkai waktu yang sama Efisiensi, Efektivitas dan Optimalisasi Pengertian masing-masing konsep diatas: • Efektivitas adalah ukuran tingkat keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan • Efisiensi adalah ukuran tingkat penghematan pemakaian sumber daya (input) dalam suatu proses, di mana semakin hemat memakai sumber daya, maka akan semakin efisien proses itu dilakukan • Produktivitas adalah suatu ukuran yang menjelaskan seberapa besar rasio antara tingkat pencapaian tujuan dg pemakaian sumber daya.

Kamis, 28 April 2011

Bambapuang, Negeri terlupa..

Tebing Bambapuang terletak di daerah Dusun Kotu, Desa Bambapuang.sulsel. Tebing Bambapuang termasuk tebing yang rawan akan bebatuan yang jatuh. Dalam sehari batu rapuh yang jatuh tanpa di panjat bisa mencapai lebih dari 8 batu bahkan lebih, kaki – kaki bambapuang dipenuhi dengan bebatuan yang runtuh dan menumpuk, sehingga sulit untuk menuju titik start pemanjatan. Tebing Bambapuang dipenuhi dengan tumbuhan lalang dan pohon yang tidak terlalu besar, sehingga membuat tebing Bambapuang mudah untuk terbakar, tidak jarang pula tebing bambapuang terbakar. Tiga hal larangan untuk pemanjatan di tebing Bambapuang, pertama ketika sedang manjat melihat asap segera turun, kedua hari jumat dilarang untuk melakukan pemanjatan, ketiga ketika hujan carilah tempat yang aman atau segera turun disebabkan banyak batuan yang jatuh ketika hujan.

Bambapuang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Anggereje Kabupaten Enrekang Propinsi Sulawesi Selatan . Desa ini memiliki luas daerah 1,489 km² dengan jumlah penduduk menurut data sensus 2008 sebanyak ± 3.117 jiwa dengan pembagian 1.546 laki laki dan 1.571 perempuan ,dari jumlah penduduk tersebut kelompok yang masih produktif dengan patokan umur adalah antara 19 s/d 50 tahun dengan jumlah 1.040 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 21 jiwa km². Batas Wilayah Desa Bambapuang yakni sebelah utara berbatasan dengan Desa Mandate, sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Tuara, sebelah barat berbataan dengan Desa Tindalun dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Rossoan. Desa Bambapuang terletak pada ketinggian 500 mdpl jarak tempuh dari desa ke kecamatan sekitar 12km dengan waktu tempuh antara 25 sampai dengan 25 menit sedangkan jarak tempuh untuk fasilitas terdekat (seperti kesehatan, ekonomi, pemerintahan ) adalah 5 sampai 10 menit. Sumber air dari masyarakat bambapuang adalah air dari gunung yang disalurkan langsung dengan system perpipaan dan di kelolah oleh masyrakat sakitar melalui LKMD ( Lembaga Kegiatan Masyarakat Desa). Ada juga masyarakat di sana yg mengunakan sumur galian atau sumur bor sebagai sumber air bersih, suku yang berada di provinsi ini yaitu Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar.

Tim melakukan sosialisasi pedesaan dengan warga seputar mata pencarian, pendidikan, agama, adat istiadat, sejarah tebing, flora, fauna, dan system administrasi setempat. Adapun rumah warga yang kami jadikan sebagai tempat tinggal dan basecamp yaitu rumah bapak burhan atau lebih dikenal dengan Pak Pancu. Pada umumnya mata pencaharian yang penduduk Desa Bambapuang adalah sebagai petani, diantaranya ada yang menanam coklat, menanam kacang merah, dan menanam jagung. Selain itu ada juga yang berkerja sebagai pegawai, pedagang, dan TKI , sehingga pertumbuhan ekonomi di Desa Bambapuang tergolong baik. ,jika musim hujan tiba masyarakat di sana lebih suka menanam sayur sayuran dan jika musim hujan tiba masyarakat disana lebih sering menanam jagung dari pada padi karena biaya perawatnnya lebih murah di bandingkan menananm padi apabila masa panen tiba warga di sana saling gotong royong membantu mengolah hasil panen tersebut. Di desa ini sulit untuk menanam padi di karenakan tekstur tanah yang berbatuan dan sulit untuk mencari air . Rata - rata penduduk di sana memiliki tanah pertanian seluas 2 ha tiap keluarga dan sebagian besar lahan tersebut ditanamin oleh jagung dan coklat.

Tingkat pendidikan yang ada di Desa Bambapuang, kurang memadai karena di sana hanya ada tingkat SD dan SLTP sedangkan untuk Tingkat SMA penduduk disana harus melanjutkan keluar desa sekitar 30 menit dari sana. Rata-rata penduduk di sana hanya meyelesaikan tingkat pendidikan sampai SMA di karenakan faktor ekonomi masyarakat di sana,yang kurang mampu untuk membiayai anaknya melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, walau pun begitu tetap ada juga penduduk disana yang melanjutkan pendidikan hingga S2.

Mayoritas agama yang dianut oleh penduduk disana pada umunya adalah agama Islam. di sana masih terasa kental nuansa keagamaannya, sebagai contoh masyarakat di sana bila ingin mengundang ke pernikahan atau musyawarah mereka selalu melakukan di masjid selesai sholat jumat di karenakan penduduk disana setiap hari jumat mereka turun untuk belanja atau menjual hasil panen kepasar pada hari sabtunya. Jadi waktu itulah yang digunakan untuk mengumpulkan warga. Adat istadat di Desa Bambapuang di lakukan jika ada upacara pernikahan, bila mana disana bagi kaum laki laki harus membawa kayu bakar jika ingin hadir dalam acara Pernikan tersebut sebagai penganti hadiah sebab masyarakat disana masih mengunakan kayu bakar sebagai perapaian untuk memasak dan bagi wanita harus membawa amplop kepada calon mempelai.

Daerah tebing Bambapuang sangat berpotensi sebagai kawasan wisata, jika dilihat dari ketinggian di sana terlihat pemandangan sangat menakjubkan dimana lokasi tebing Bambapuang bersebelahan dengan Gunung Nona dan Sungai Saddang. Sehingga di lirik oleh pemerintahan setempat untuk dijadikan objek wisata dengan cara membuat 1000 tangga, menurut warga di sana bambapuang berarti tangga raja konon kata warga di sana bambapuang itu merupakan sebuah pohon yang tinggi menjulang tinggi hingga sejengkal lagi sampai kelangit jadi di sana di gunakan sebagai media untuk menyampaikan wahyu dari yang di atas untuk penduduk di bumi. Pada suatu hari sang pengantar wahyu membuat kesalahan dengan menyelewengkan isi wahyu tersebut, jadi orang yang di bawah murka sehingga ditebanglah pohon itu hingga jatuhlah pohon itu kearah timur jadi sampai sekarang dari bambapuang hingga toraja tanahnya berbatuan, selain untuk media pengantar wahyu di sana juga tinggal seekor burung yang lagi mengeram telurnya karena pohon itu di tebang maka telur telur burung itu masuk keSungai Sadang sehingga sampai sekarang warna air Sungai Saddang berubah menjadi kuning dan menurut beberapa warga lainya mitos desa bambapuang berawal dari sebuah raja yang mempunyai sepasang anak laki laki dan perempuan yang rupawan pada suatu hari si pangeran meminta kepada ayahnya untuk dinikahkan dengan anak adiknya karena dia tidak mau menikah selain dengan adiknya karena rasa sayang ayahnya kepada anaknya maka di kabulkanlah permintan anaknya tersebut pada saat berlangsung pernikahan. Gunung Bambapuang meletus mengeluarkan batu batu besar dan berhamburan hingga Tanah Toraja jadi mulai dari situlah tanah disana berbatuan. Sekian dulu

Rabu, 27 April 2011

Leave No Trace, Etika Alam Bebas


          Etika  menjadi hal yang penting ketika kita memasuki dunia bernama alam terbuka.Disini,kita tidak hanya dihadapkan pada pentingnya kelancaran aktifitas.Alam,penghuni dan pengunjung lain menjadi hal yang juga wajib kita perhatikan.Selain untuk tetap menjaga kelestarian alam juga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam aktifitas kita,sejak dari perencanaan sampai pelaksanaan.
Inilah beberapa hal yang bisa menjadi pedoman kita dalam sebuah perjalanan alam bebas.

© Rencana dan Persiapan
Desainlah perjalanan anda dengan hati-hati agar cocok dengan tujuan dan tingkat pengetahuan alam bebas anda, ini merupakan langkah yang pertama dalam Persiapan. Perjalanan yang dipersiapkan dengan cermat akan lebih aman, menyenangkan dan baik pada lingkungan.Hindarilah perencanaan perjalanan yang over ambisius atau terlalu sulit, sehingga anda mempunyai energy untuk lebih pemeliharaan lingkungan alam disekitar anda.
 
Kenali daerah tujuan dan apa yang akan dihadapi
Tanyakanlah pada penduduk setempat mengenai keadaan medannya, cuaca, peraturan dan kehidupan liar yang terdapat didaerah yang akan dikunjungi. Informasi ini akan sangat membantu anda dalam perencanaan rute anda serta juga pakaian, peralatan, air, bahan bakar dan makanan.Penduduk merupakan sumber informasi yang bagus tentang kebiasaan dan tradisi di daerah setempat.Anda juga bisa menggunakan informasi yang terdapat pada internet.
 
Dapatkan ijin dan ikuti aturan badan yang berwenang
Pastikan sebelum melakukan perjalanan,rencana anda telah diiketahui oleh pihak-pihak berwenang utamanya di daerah kegiatan.Ikuti aturan dan petunjuk yang mereka berikan.Ini untuk memudahkan koordinasi dan informasi.Tentunya mereka banyak tahu tentang medan yang akan kita lalui.
 
Datangi dalam kelompok kecil.
Jika mungkin, lakukan kegiatan dalam jumlah kecil. Kelompok kecil akan lebih tenang, lebih personal dan akan tidak begitu terlihat pada orang lain dan binatang liar sehingga akan mengurangi gangguan pada orang lain dan binatang.
Jika anda memilih untuk melakukan perjalanan dalam kelompok yang besar, ada banyak cara untuk mengurangi impact atau akibat dari kelompok anda. Salah satunya dengan cara memisahkan kelompok anda dalam beberapa kelompok kecil. Dan melakukan perjalanan dalam waktu yang berbeda atau rute yang berbeda. Jika akan mendirikan tenda, pilihlah tempat yang cukup luas untuk menampung keseluruhan kelompok tanpa memperlebar ukuran dari campsites atau membuka areal camp sites baru. Jika cara ini tidak mungkin, pecahlah kelompok jadi beberapa kelompok dan dirikan tenda ditempat terpisah.
 
Pilih peralatan dan pakaian yang layak.
Untuk membantu anda untuk tidak menjalankan prinsip leave No Trace, bawalah peralatan yang serba guna dan hanya bawa yang benar-benar kamu butuhkan. Kompor camping yang ringan dan portable shelter seperti tenda yang free standing, akan memberikan anda fleksibilitas dalam pemilihan tempat camping yang tidak mudah rusak. Dimanapun anda pergi di alam bebas, skop tangan kecil yang untuk berkebun akan sangat berguna untuk menggali lobang guna menguburkan kotoran manusia untuk meminimalkan impact yang terjadi pada lingkungan sekitar.
Tetap nyaman didalam hutan termasuk juga dengan memakai sepatu yang cocok, sepatu lapangan dari bahan yang kuat akan melindungi kaki dari medan berat dan gigitan serangga. Celana panjang dan baju lengan panjang akan lebih sejuk dipakai dan juga melindungi dari gigitan serangga serta iritasi dari tumbuhan. Untuk perlindungan tambahan terhadap serangga anda juga bisa memakai obat anti serangga pada setiap lipatan, kerah dan permukaan kulit yang terbuka. Kurangi dampak visual anda pada orang lain dengan tidak memakai dan menggunakan pakaian yang tidak sopan.
 
Bungkus ulang makanan
Jika anda akan menyediakan sendiri makanan untuk perjalanan anda, rencanakan makanan anda dengan hati-hati untuk mengurangi sampah yang akan anda bawa ke alam bebas. Bungkus ulang makanan yang dipacking dengan kotak, botol dan kaleng kedalam kantong isi ulang atau kantong plastik, ini akan mengurangi berat dan tempat. Pada perjalanan di daerah yang jauh bawalah makanan ektra untuk persediaan jika seandainya terjadi cuaca jelek atau keterlambatan lainnya. Pakai ulang  kantong-kantong yang memungkinkan.
 
Stay safe
Dengan memelihara diri sendiri dan kelompok anda saat perjalanan di alam bebas, anda akan berada pada posisi melindungi lingkungan. Berhati-hatilah selama  perjalanan anda, camping serta interaksi kelompok anda, sehingga anda tetap bisa terkontrol. Peliharalah jalan setapak yang anda gunakan jangan potong kompas (memotong jalan setapak yang telah ada), gunakanlah peta dan kompas. Bawalah P3K kit dan kenali cara penggunaannya.

© Berkemah dan berjalan diatas permukaan tanah yang kuat
Didalam hutan yang subur, jumlah kunjungan kadang bisa mengakibatkan vegetasi hutan jadi rusak, tanahnya jadi belumpur sehingga terjadi erosi. Pembatasan terhadap erosi adalah aspek yang penting dalam Leave No Trace Traveling dan Camping. Dimanapun dan bagaimanapun perjalanan dan camping anda, batasi aktifitas anda.Pertahankan permukaan yang bisa mentolerasi pergerakan manusia tanpa terusakan atau terbinasakan. Yaitu dengan melaksanakan kegiatan anda diatas batu atau permukaan yang keras dan tahan dari erosi.Selain menghindari perusakan tanah,ini juga mengindarkan anda dari bahaya.
Gunakanlah segala tempat dan jalur yang telah ada untuk mengurangi dampak dari kegiatan anda dan juga merupakan perlindungan terhadap kondisi alam disekeliling.
 
Tetap pada Jalur
Berjalan atau camping diluar dari tempat yang sudah ada akan menggangu lahan, vegatasi dan kehidupan liar. Bagaimanapun juga lewatilah daerah genangan dan bebatuan serta berlumpur untuk menghindari jalan setapak menjadi melebar atau terbentuknya jalan setapak yang baru. Berjalan dengan memotong jalan, terutama sekali sewaktu dalam perjalanan pulang akan membuat jalan baru yang membingungkan pengguna lain dan juga akan menyebabkan kerusakan bahkan erosi.Hindari bagian yang gembur yang mungkin akan membekas setelah dilewati. Usahakan untuk tidak merusak tumbuhan disekitar pinggiran jalan. Bergeraklah lebih pelan dari pergerakan normal, sehingga anda bisa lebih hati-hati dan juga bisa mengamati kehidupan liar.
Saat berpapasan dengan orang lain, pertimbangkanlah untuk menepi sebagai tempat untuk orang lain lewat, dan usahakan untuk tidak merusak tumbuhan saat menepi dari jalur. Carilah tempat yang keras seperti batu atau permukaan tanah untuk menepi. Jika ini tidak memungkinkan berhentilah ditempat yang agak lebar, sehingga yang lain bisa cukup tempat untuk lewat. Saat camping, berhentilah sedini mungkin sehingga anda punya waktu untuk memilih tempat yang aman, dan cukup kompak untuk mendirikan tenda sebelum malam menjelang. Sampai di campsite lebih cepat juga akan membantu anda untuk memilih tempat lain jika seandainya tempat yang satu telah ditempati orang lain.
 
Pilihlah tempat camping yang telah ditentukan
Memilih tempat camping sebaiknya di tempat yang sudah ada dan sering dijadikan tempat camp.Lokasi camping yang baik pada umumnya ditemukan permukaan yang rata.
 
Pilih tempat yang cukup lebar untuk menampung kelompok anda.
Minimalkan membuat baru atau membersihkan tempat camp yang ada dengan menebang pohon sekitarnya.Itu dapat merusak vegetasi hutan.Kembalikanlah tempat camping anda tersebut seperti sedia kala seolah-olah tempat tersebut tidak pernah dipakai untuk camping. Kalau bisa lebih natural dari pada saat anda temukan.
 
Dirikan tenda tidak terlalu dekat dari sumber air
Sumber air sebisa mungkin untuk melindunginya dari pencemaran dan juga untuk memberikan kesempatan pada kehidupan liar datang untuk minum. Jadi,upayakan camp di tempat yang tidak terlalu dekat dengan sumber air.Patokan yang baik adalah sekurang-kurangnya anda mendirikan tenda 60 meter dari sumber air. Normalnya dengan langkah orang dewasa jarak ini kira-kira 70 - 80 langkah. Jika permukaan tanah atau vegetasi tidak memungkinkan untuk melakukan ini, pilihlah tempat yang minimal agak berjarak dari sumber air. Waspadalah dengan tempat yang tingkat airnya berubah tiba-tiba atau banjir, tempat camping haruslah bebas dari tanda-tanda bekas aliran air.

Minimalkan perubahan pada area camp
Untuk membatasi erosi, sebagai contoh, dengan memilih camp site yang sedikit agak miring atau condong, air tidak akan menggenang selama hujan, Buatlah parit kecil disekeliling tenda anda. Jika anda membersihkan campsite anda dari daun batu dan ranting serta dahan pohon, kembalikan lagi seperti semula sebelum anda pergi, karena semua itu bisa mengurangi impact dari tetesan hujan dan aliran air pada permungkaan tanah. Hammocks merupakan pilihan yang bagus sebagai tempat tidur di hutan dan bisa diikatkan diantara dua pohon dibawah rain fly (lembar pelindung hujan). Jaring nyamuk biasanya juga ditambahkan disekeliling tepi dari hammock. Sistem tidur seperti ini sangat berguna saat susah untuk mendapatkan permukaan yang baik dan keras untuk mendirikan tenda. Hommock juga hendaknya hanya digunakan pada pohon yang tidak berlumut, berbunga dan tumbuhan sensitif lain yang tumbuh disekitar batang atau dahan pohon. Gunakan strap yang lebar untuk melindungi batang dan dahan pohon, jangan pernah menggunakan paku sebagai anchors (pengaman).
Perjalanan dan camping anda mungkin akan mengotori tempat camping, jika anda pergi meninggalkan tenda di camp site untuk sesaat, gantunglah makanan dengan terbungkus rapi jauh dari tanah. Amankan peralatan sehingga tidak akan tertiup oleh angin. Jika anda meninggalkan camp sites, bersihkanlah seperti sediakala, hal ini mungkin juga akan meningkatkan keinginan yang sama pada pengunjung lain untuk membersihkan bekas camp sitesnya juga saat akan meninggalkannya.
Jangan berisik, Radio portable, tape player dan hand phones membawa hubungan langsung dari dunia luar. Pengunjung lain mungkin akan merasa terganggu oleh suara ini. Suara dan musik yang keras bisa juga menganngu ketenangan kehidupan binatang liar. Jika anda memilih mempergunakan benda-benda diatas, lakukanlah dengan pelan-pelan.
 
Kurangi mondar-mandir di area Camp.
Perjalanan kecil bolak-balik di area camping merupakan hal yang sering mengakibatkan dampak negative terhadap vegetasi di sekitar camp. Jalan keluarnya adalah memilih permukaan yang keras sebagai jalan akses bolak-balik sehingga kerusakan dapat dikurangi. Kurangi mondar-mandir diareal camp dan buatlah rute pergerakan yang berubah-ubah untuk menghindari kerusakan pada tumbuhan yang mudah rusak. Pakailah sandal yang empuk disekitar camp area, jangan pakai sepatu boot yang bersol keras.

Batasi lamanya anda camp.
Meninggalkan tempat camping setelah satu atau dua malam merupakan hal yang sangat bagus dalam hal mengurangi dampak dari kahadiran anda dan pastikan tempat camping anda kembali seperti sedia kala.
 
Hindari pembukaan jalur baru
Jika hutan yang dilewati terlalu lebat dan anda merasa membutuhkan menyela jalan setapak untuk menghindarinya, alangkah lebih baik jika anda berbalik kearah anda datang dan cari rute lain yang memungkinkan. Perjalanan keluar dari jalur di hutan yang lebat dan membuat jalan baru, tidak baik untuk lingkungan sekitar. Navigasi di hutan yang lebat sangat susah tanpa kemampuan dan peralatan yang baik  serta pengetahuan medan yang cukup.
 
 
© Berkemas didalam dan diluar (Pack It in, Pack It Out)
Pertimbangkanlah kata-kata " Leave No Trace" sebagai tantangan untuk membawa kembali semua yang anda bawa masuk hutan.Dimanapun perjalanan anda, bungkus semua sampah anda dan buanglah kedalam tong sampah atau tempat pembuangan yang resmi. Lebih baik lagi jika anda mau untuk mengambil sampah yang anda temukan di sepanjang perjalanan dan biarkan tanah dan air tetap bersih saat anda menemukannya.
 
Jangan membakar sampah.
Sampah yang bukan sampah organic seperti bungkusan seharusnya dibuang dulu di rumah. Membakar sampah sangat tidak disarankan karena sampah kadang mengandung plastik, foil dan sangat susah untuk dibakar habis. Puntung rokok adalah sampah dan juga bisa menyebabkan bahaya kebakaran selama musim kering. Jika anda merokok, ingatlah untuk benar-benar memadamkan puntung rokok anda dan bawalah keluar dari hutan bersama dengan anda. Puntung rokok, bersama dengan sampah lainnya yang ditemukan disepanjang perjalanan, bisa ditarok didalam kantong plastik kecil dan masukan kedalam kantong ransel anda hingga anda menemukan tong sampah diluar hutan atau bawalah sampai kerumah.
 
Rencanakan dan siapkan makanan secermat mungkin.
Untuk membatasi sampah, atau makanan yang terbuang. Semua bungkus makanan termasuk pernak-pernik bungkusan lainnya, haruslah dibungkus dalam kantong plastik dan bawalah keluar dari hutan dan buanglah dalam tong sampah atau dirumah anda. Jika anda dalam perjalanan dan perjalanan balik akan melewati jalur yang sama, anda bisa meninggalkan dulu sampah yang telah dibungkus rapi dan jika anda memakai jalur yang sama untuk pergi dan pulang sebaiknya anda meninggalkan makanan yang akan anda makan sewaktu pulang di tempat anda akan menginap dan usahakan untuk menyimpannya jauh dari jangkauan binatang serta terbungkus rapi dan jangan lupa mengambilnya sewaktu pulang. Karena membawa makanan bolak-balik sama saja artinya anda membawa sampah (bungkus dan lainnya) bolak-balik.
 
Hindari membakar makanan dan menimbun makanan.
Karena api unggun kadang-kadang tidak membakar sepenuhnya, membakar sisa makanan tidaklah efektif. Juga mengubur sisa makanan juga bisa menarik binatang untuk menggalinya. Makanan manusia bukanlah merupakan makanan untuk binatang. Untuk kesehatan dari binatang, jangan mengubur sisa makanan atau bungkus makanan dialam bebas.
 
 
© Buanglah kotoran dengan benar
Manusia menghasilkan bermacam type kotoran yang sangat sulit untuk dibungkus dan harus dibuang dengan sebaik mungkin. Sebagai contoh, kotoran manusia dan air kotor dari memasak dan mencuci.
 
Buang kotoran manusia dengan benar.
Untuk menghindari polusi pada sumber air, penyebaran penyakit, atau pengalaman yang tidak menyenangkan pada orang lain di belakang kita. Dan jika ditemukan adanya toilet yang tersedia, gunakanlah fasilitas tersebut.
Tiga petunjuk untuk membuang kotoran manusia:
Ø  Hindari mencemarkan sumber air
Ø  Hindari kontak dengan serangga dan binatang
Ø  Minimalkan kemungkinan dari dampak social
 
Catholes
Cara ini adalah cara yang selalu digunakan dalam pembuangan kotoran manusia saat toilet atau kakus tidak tersedia,yaitu dengan lubang.. Lubang ini harusnya berada jauh dari pada sumber air, jalan setapak, campsites dan daerah lain yang mungkin akan dilewati oleh aliran air hujan. Sebagai petunjuk umum, gali lobang dengan jarak 20 meter dari jenis-jenis lokasi diatas. Tempat ini haruslah tersembunyi dari lalu lalang orang-orang. Lobang ini haruslah berjauhan satu sama lain, jadi carilah dengan cermat lokasi pembuangan ini selama dalam perjalanan anda. Untuk penampungan yang cukup terhadap kotoran manusia dalam lubang ini, pilihlah tempat yang berupa tanah atau humus organic dari pada tempat yang berpasir. Galilah lubang kira-kira dengan dalam 20cm dan lebar 15 cm. Hati-hati jangan sampai merusak akar pohon sewaktu menggali.
Untuk penutup lubang tutup lagi dengan tanah galiannya dan buatlah tersamar dengan menutupi atasnya dengan bahan-bahan alami (daun dan ranting yang gugur).
Hindarilah membuang kotoran kedalam sungai atau aliran air. Menutupi kotoran dengan batu juga bukanlah penyelesaian yang baik. Penanganan yang buruk terhadap lubang kotoran akan menyebabkan kemungkinan ditemukan oleh pengunjung lain, sebagai tambahan menutup lubang dengan batu akan menjadikan proses pembusukan dan penghancuran kotoran berjalan lama karena terbatasnya kelembaban dan panas.
 
Urine
Air seni hanya mempunyai sedikit efek pada tumbuhan atau lahan dan sedikit saja ancamannya kepada kesehatan manusia. Sebagai sedikit perhatian pada pengunjung lain, saat buang air kecil menjauhlah dari orang lain, jalan setapak, area camp. Menuangkan air diatas air seni akan mengurangi baunya.
 
Toilet paper
Pergunakan kertas toilet yang tidak mengandung zat kimia. Toilet paper adalah sampah dan bungkuslah dengan plastik untuk menghilangkan baunya. Atau mengubur toilet paper lebih baik ketimbang membiarkannya dipermungkaan tanah, tapi tidak disrankan karena mengubur toilet paper akan butuh waktu lama untuk hancur, bahkan kadang akan muncul keluar atau di gali dan dirobek-robek oleh binatang. Alternatif dari toilet paper adalah yang berbahan akrap lingkungan atau jika persediaan cukup gunakanlah air.
 
Minimalkan penggunaan sabun dan sisa makanan pada air    buangan
Untuk menghindari tercemarnya sumber air saat mencuci baju atau piring anda. Sabun hendaknya tidak masuk ke dalam sumber air, jadi gunakanlah dengan hati-hati dan hanya seperlunya. Jika mandi, basahilah badan terlebih dahulu dan kemudian saat memakai sabun dan membilas badan lakukan jauh dari sumber air. Prosedur ini memfilter sabun dari air bilasan sebelum mencapai sumber air. Mencuci baju juga usahakan menjauh dari sumber air.

 
© Biarkan apa yang anda jumpai
Orang-orang datang ke alam bebas adalah untuk menikmati kondisi alami dan pengalaman di lingkungan yang menghasilkan kebanggaan akan tantangan. Membuat orang-orang merasakan kebesaran tuhan dengan  menemukan kehidupan liar, tumbuhan, batu , air dan objek menarik lainnya tanpa menggangunya. Istilah popular untuk ini adalah " Take nothing but picture; leave nothing but footprints."
 
Minimalkan perubahan lokasi.
Menggali parit untuk tenda atau penggunaan materi alami untuk membuat meja, kursi, rak akan merubah pemandangan alami.Jenis "Camp craft" merupakan praktek umum.Peralatan moderen dan etika Leave No Trace telah menjadikan praktek umum diatas menjadi usang. Sebagai ganti memotong dahan besar dipohon untuk membuat tempat perlindungan atau tempat tidur, gunakan tarp (flying sheet) dan matrass atau hammock maka camping anda akan lebih mudah dan lebih nyaman.     
 
Tinggalkan lokasi yang sudah ada sebelumnya seperti saat anda menemukannya.
Pelajarilah bentuk dan kondisi tempat tersebut saat anda sampai disana. Jika anda memindahkan batu atau ranting, kembalikan keposisi semula. Perhatikanlah, kadang-kadang lokasi yang sudah ada adalah merupakan tempat camp tradisional milik penduduk setempat.
 
Hindari merusak kehidupan tumbuhan dan pepohonan
Tidak perlu merubah bentuk pohon atau memendekannya dengan gergaji, golok atau memasang kawat. Memotong dahan atau mengulitinya akan membuat bagian dalamnya terbuka terhadap serangga, yang kemungkinan akan merusak pohon tersebut begitu juga dengan bacokan pada pohon akan meninggalkan kerusakan permanen. Gunakanlah bahan yang lebar untuk mengikatkan sesuatu item pada dahan pohon, ini akan melindungi pohon tersebut.
Memetik bunga, daun atau tumbuhan yang bisa dimakan oleh seseorang terlihat sebagai suatu yang tidak membahayakan, akan tetapi bagaimana kalau banyak orang yang melakukannya, ini akan menimbulkan kerusakan substansial atau mempercepat kerusakan species yang memang sudah dalam keadaan bahaya kepunahan. Anggrek dan lumut sebagai contoh untuk tumbuhan hutan hujan tropik yang merupakan incaran para kolektor amatir. Alangkah lebih baiknya memelihara tumbuhan tersebut pada ekosistimnya dan hanya mengambil photo, sketsa dan kenangannya untuk dibawa pulang.
 
Hindari mengganggu binatang liar.
Lakukanlah perjalanan dengan tenang dan berikan tempat pada binatang, mereka butuh untuk merasa aman. Hutan merupakan rumah dari berbagai jenis binatang, beberapa diantara mereka berada dalam bahaya kepunahan. Jangan makan, memancing, mengejar atau memaksa binatang untuk melarikan diri. Ini akan membuat binatang susah untuk melanjutkan makannya, minum, bahkan melakukan perkawinan dan kegiatan hidup lainnya. Ini juga akan membuat mereka keluar dari habitat yang mereka inginkan. Jangan pernah mengganggu burung atau sarang binatang. Dengan teropong atau kamera akan memungkinkan anda untuk mengambil photo atau menikmati mereka dari jauh. Jangan membunuh binatang kecuali anda dalam keadaan survival. Membunuh binatang seperti ular dan kadal hanya karena rasa takut pada mereka, akan membuat kerusakan pada keseimbangan ekologi. Binatang ini tidak memburu manusia, mereka tidak akan menyerang jika tidak merasa terganggu.

 
© Minimalkan penggunaan dan dampak dari api
Leave No Trace mendorong anda untuk membatasi penggunaan api dan menganjurkan untuk memasak dengan menggunakan kompor portable dengan jenis bahan bakar apapun. Api yang dibuat dengan ceroboh akan mengancam bentuk alami dan keseimbangan ekologi dari tempat tersebut karena pemakaian dari kayu-kayunya, dan menyebabkan kebakaran hutan. Pertimbangkanlah walaupun anda membutuhkan api unggun. Sweater, raincoat dan kompor portable yang ringan akan mengurangi kebutuhan akan api unggun. Kompor merupakan perlengkapan yang dianjurkan untuk mengurangi dampak camping karena api.cepat untuk memasak dan tidak meninggalkan dampak pada camp site. Camper harusnya membawa kompor dan bahan bakarnya untuk memasak semua makanannya sebisa mungkin.
Jika anda tetap harus memilih membuat api, ada alternative baru pada metode pembuatan api yang membuat anda bisa tetap mempraktekkan Leave No Trace etika.

Ada empat konsep untuk diingat saat membuat api:
Ø  Ketahui regulasi dan kondisi cuaca
Ø  Pilih lokasi yang tahan lama terhadap api
Ø  Gunakan pohon mati dan pohon rubuh
Ø  Bakarlah api ungun anda hingga sampai menjadi abu
 
Ketahui regulasi dan kondisi cuaca
Hindari membuat api saat berangin atau di daerah yang kering.kondisi cuaca seperti ini mudah menyebebkab kebakaran.Jika terpaksa,apayakan melindungi api dari angin dengan membuat dinding.
 
Pilih lokasi yang tahan lama terhadap api
Pada pasir, batu atau permukaan yang tahan lainnya. Carilah permukaan yang benar-benar tahan terhadap panas dan api dari api unggun. Jangan membuat api diatas rumput.Jika ada, buatlah api pada tempat yang tersedia, dan bersihkan sisanya untuk pengguna berikutnya.
 
 
Gunakan pohon mati dan pohon rubuh
Api unggun seharusnya dibuat ditempat banyak tersedianya kayu dan berlimpah. Kumpulkan cabang dan ranting pohon yang berserakan ditanah. Mematahkan ranting dan dahan dari pohon akan merusak pohon tersebut dan meninggalkan guratan yang akan memberikan dampak negatif pada pemandangan sekitarnya. Luangkanlah waktu untuk berjalan beberapa menit dari lokasi camp dan kumpulkanlah kayu diarea yang luas dan jangan sampai membuat suatu area menjadi kosong dari ranting-ranting dan dahan yang berserakan ditanah ini juga akan berpengaruh terhadap humus dan permukaan tanah.Gunakan kayu kecil, hendaknya besar diameternya tidak lebih dari pergelangan tangan orang dewasa. Kayu dengan ukuran ini bisa dipatahkan menjadi berbagai ukuran yang sesuai dengan kebutuhan, dan akan lebih mudah terbakar hingga menjadi abu. Ini akan mengurangi kebutuhan akan perlunya membawa korek api yang banyak serta alat pemotong yang memberatkan, serta meninggalkan bekas yang tidak alami. Setiap sisa dari kayu yang tidak digunakan dapat ditebarkan dihutan tanpa meninggalkan dampak visual. Api anda mungkin agak kecil jika dibandingkan dengan api unggun pada umumnya, akan tetapi cukup besar untuk memasak. Tindakan ekstra dibutuhkan dalam pembuatan api di hutan lembab. Kondisi yang lembab dan basah membuat usaha pencarian kayu kering menjadi sebuah tantangan. Api unggun anda akan akan menyala lebih efektif jika anda memilih jenis kayu yang tepat. Menguliti kayu atau kulit luar kayu dengan pisau kecil akan menampakan bagian dalam yang kering sebelum dibakar.

Bakar api unggun sampai jadi abu.
Abu atau arang arang yang sangat kecil akan membuat lebih mudah membersihkannya.Jika ada arang,hancurkan sampai menjadi abu. Abu ini bisa ditebarkan disekitar permukaan tambuhan.

© Latihlah diri untuk bertanggung jawab terhadap alam
Setiap Perjalanan Alam terbuka yang kita lakukan,baik dalam tugas organisasi ataupun sekedar refreshing,hendaknya membawa banyak pelajaran kepada diri sendiri terutama dalam hal perlindungan alam. Tanggung Jawab sebagai generasi muda dan sebagai warga negara yang sadar akan pentingnya kelestarian Lingkungan adalah dasar setiap tindakan kita di alam.
Meskipun mungkin tidak akan ada peraturan-peraturan tentang perilaku yang sebaiknya di lakukan,kesadaran akan tanggung jawab lah yang seharusnya menjadi aturan pribadi kita.Untuk alam,untuk diri sendiri,dan untuk masa depan alam itu sendiri...

Take Nothing But Picture,Leave Nothing But Footprint......
Jangan Mengambil Apapun Kecuali Gambar,Jangan Meninggalkan Apapun Kecuali Jejak Kaki....

Tulisan ini adalah bahan makalah untuk Sidang Pengambilan Nomor Anggota ku di SAR UNHAS, Agustus 2010 
Semoga bermanfaat untuk kita semua..

Tersesat dan Cara Menghadapinya

Selama dalam pendakian, ada baiknya memperhatikan keadaan alam sekitar yang bisa dijadikan tanda yang tidak mudah dilupakan, seperti tumpukan batu raksasa, pohon besar dan tinggi, pohon tumbang, dan aliran sungai. Tanda-tanda alam tersebut bisa digunakan sebagai rambu pemandu kejalur semula bila kebetulan tersesat. Bila berada pada suatu ketinggian, tiba-tiba mendengar suara musik, suara azan, suara deru motor, atau melihat cahaya lampu yang seolah-olah jaraknya tidak jauh, apalagi pada malam hari, sebenarnya kondisi seperti itu hanya tipuan pada pendengaran dan penglihatan, ketika kondisi fisik sudah melemah dan mental menurun. Oleh karena itu, timbul keinginan untuk secepatnya menuju kearah datangnya suara atau sinar tadi. Tanpa disadari kita sudah keluar dari jalur yang mengakibatkan terjebak pada situasi medan yang menyesatkan. Jangan coba-coba melakukan jalan pintas atau potong kompas kalau tidak tahu tehniknya, apalagi bila tidak membawa peta dan kompas.
Perjalanan yang menyesatkan bisa juga karena mengikuti aliran sungai. Memang betul aliran sungai dari gunung aka mengalir kedataran rendah, mungkin juga melintasi sebuah perkampungan penduduk. Tapi harus diingat bahwa aliran sungai umumnya memiliki jeram atau air terjun yang dapat menyulitakan bahkan menyesatkan.
Bila kita sudah menyadari telah salah jalur atau tersesat, yang pertama harus kita lakukan adalah jangan panik!! lebih baik berhenti dan istirahat dulu (minum air, makan sepotong coklat) Sambil memberi tanda lokasi istirahat dengan tanda yang mencolok/mudah diingat, seperti: mengikat batang/ranting perdu, mematahkan beberapa ranting pohon/perdu, mengikat serumpun alang-alang, dan lakukan pengamatan medan sekitar.
Dari lokasi istirahat yang telah diberi tanda jejak tadi, cobalah berjalan kearah empat penjuru mata angin selama 15-20 menit. Bila belum ditemukan jalur resmi pada satu arah mata aingin setelah berjalan 15-20 menit, berilah tanda jejak pada lokasi tersebut. Kemudian kembali kelokasi semula yang telah diberi tanda jejak (lokasi istirahat). Demikian selanjutnya, pada arah mata angin yang lain bila jalur resmi belum ditemukan. Jarak dan waktu tempuh mencari jalur resmi bisa diperpanjang asalkan tidak lupa memberikan tanda-tanda jejak pada kawasan yang pernah dilewati. Bila tidak cukup waktu atau hari sudah menjelang sore, sebaiknya mulai mendirikan tenda kalau tidak ada dirikanlah shelter alam (bivak), jangan memaksakan diri melakukan pencarian jalur resmi dimalam hari, lebih baik digunakan untuk istirahat dan menambah kalori dengan makan dan minum. Baru keesokan harinya bisa dilanjutkan pencarian jalurnya.
Terkadang ada jalur yang tertutup semak belukar, alang-alang, dan pohon tumbang, karena jarang dilewati pendaki. Bila pencarian jalur resmi dilakukan dengan sabar dan tidak panik, percaya diri serta kal sehat, cepat atau lambat akan dapat ditemukan.
Kalau tersesatsebaiknya kita tenang dan ingat rumus : STOP
S = Stop/Seating:
Berhentilah dan beristirahat dengan santai, dan berusahalah untuk tidak panik, segera hilangkan kepanikan (kalau emang sudah panik). Kalo perlu makan coklat dulu biar tenang......

T = Thinking:
Berpikir secara jernih (logik) dalam situasi yang sedang dihadapi.

O = Observation:
Lakukan pengamatan/observasi medan disekitar kita, kemudian tentukan arah dan tanda-tanda alam yang dapat kita mamfaatkan atau yang harus kita hindari.

P = Planning:
Buat rencana dan pikirkan konsekuensinya bila kita sudah memutuskan sesuatu yang akan kita lakukan

Senin, 25 April 2011

Kambuno 2883 mdpl, hujan abadi...

Gunung Kambuno adalah salah satu gunung yang sering dituju para penggiat alam bebas di sulawesi selatan.Selain medannya yang sangat menantang,kawasan hutan yang masih alami dan dihuni binatang khas sulawesi,Anoa,juga menjadi daya tarik tersendiri meskipun berada di wilayah yang sangat terpencil. Kami, Tim Ormed Dewata XIX SAR Unhas 'menggarap' nya pada bulan Mei, 2010.
         Nama sebenarnya adalah Lantagunta,tapi lebih dikenal dengan nama Kambuno,juga oleh penduduk setempat yang juga sering mengunjungi gunung ini untuk berburu binatang.Berada di kawasan kecamatan Sabbang kabupaten Luwu Utara, tepatnya di Desa Malimbu dusun Mangkaluku,membutuhkan waktu berjalan kaki 2-3 hari dari daerah terakhir yang bisa dilalui kendaraan bermotor untuk sampai di kaki gunung.             
Untuk mencapai daerah ini,Tim Ormed Dewata XIX mengambil titik start di Posko Gurila SAR Unhas menuju terminal Daya Makassar kemudian naik Bus 451 km sampai di kecamatan Sabbang Luwu Utara.Dari Sabbang melanjutkan ke Desa Malimbu dengan menumpang truk.baru dari Desa Malimbu Tim memulai berjalan kaki ke Dusun Mangkaluku.Dusun mangkaluku adalah kampung terakhir sebelum lanjut lagi ke kaki gunung kambuno.

            Desa Malimbu Dusun Pongo (Base camp)
Desa Malimbu dusun Pongo adalah daerah terakhir dari jalur yang bisa ditempuh dengan mobil.Itupun hanya truk dan mobil pribadi.Transportasi umum yang ada hanya Ojek.Jarak dari kecamatan Sabbang 5 km,dapat ditempuh 15 menit.Luas wilayah Desa Malimbu 262,41 km dengan 2.363 penduduk yang terdistribusi dalam 5 dusun.Pongo,Malimbu,Tuara,Mamea dan Mangkaluku..Mata pencaharian umum penduduknya adalh bertani Kakao dan jual beli rotan.ada juga yang berdagang kebutuhan sehari-hari warga.Fasilitas komunikasi yang bisa dipakai adalah handphone.Untuk penerangan,digunakan genset sebagai pembangkit listrik.penduduk daerah ini semuanya beragama Islam dengan bahasa sehari-hari yang umun digunakan adalh bahasa bugis.

Dusun Mangkaluku (camp 1)
          Dari Desa Malimbu,perjalanan dilanjutkan ke dusun Mangkaluku.Jarak dari Malimbu kurang lebih 21 km ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan pengerasan.Sebenarnya dari Malimbu bisa dilalui motor/ojek tapi biasanya warga hanya menggunakan motor untuk mengangkut barang.Biaya ojek Rp. 100.000.
          Mangkaluku adalah kampung terakhir dari kaki gunung kambuno.Merupakan dusun dengan wilayah terluas di wilayah desa malimbu,205,48 km dan jumlah penduduk terkecil,308 jiwa.Daerah ini masih sangat kental dengan suasana tradisional.Misalnya memasak makanan dengan kayu bakar,mandi dan mencuci pakaian di sungai,dll.
           Dari mangkaluku masih 20 km lagi sampai di Pos I gunung Kambuno.Bisa ditempuh 1 hari perjalanan tapi karena medan yang lebih banyak menanjak,bisa mamakan waktu sampai 2 hari.

Gunung kambuno / Lantagunta
           Tim Ormed Dewata XIX sampai di kaki gunung kambuno setelah perjalan 2 hari dari mangkaluku.Warga lebih mengenal tempat ini dengan sebutan km.45 karena jaraknya 45 km dari pangkal jalan pengerasan diukur dengan speedometer motor (Camp 3).Terdapat sebuah tanah lapang disisi jalan yang sering digunakan para pendaki untuk Camp sebelum naik ke gunung kambuno.Disebelah,sisi jalan yang lain adalah lembah hutan yang didominasi tumbuhan pinus dan alang-alang.Disinilah Pintu masuk  untuk memulai perjalanan baru menuju puncak gunung Kambuno.


Pos I
        Pos I adalah pintu masuk gunung kambuno,di antara pohon pinus dan alang-alang,tepat dipinggir jalan pengerasan.Tidak ada tempat camp.Pos I hanya sebagai titik masuk jalur ke puncak kambuno.Para pendaki biasanya mengambil titik camp di tanah lapang di sebelahnya (km.45,camp 3) karena jaraknya hanya beberapa meter.Terdapat sungai besar yang jaraknya 20 m.ketinggian Pos 2656 mdpl.
         Dari pos I kami mulai memasang string line untuk menandai jalur.walaupun sudah ada beberapa string line yang terpasang tapi tetap kami tambahkan.
Pos II
         Perjalanan dari pos I ditempuh sekitar 2,5 km melalui hutan yang didominasi tumbuhan alang-alang.Jalur ke pos II cukup terjal dan kebanyakan melalui pinggiran longsoran tanah.Pos II berada pada ketinggian 2832 mdpl.Lokasinya berupa tanah datar yang cukup luas.Tidak ada sumber air yang dekat dari Pos.
                                       
Pos III
         Jarak dari pos II ke pos III sekitar 3,4 km.dari pos II melalui medan yang sangat menanjak sebelum agak landai mendekati pos III.kebanyakan juga melalui pinggir longsoran.
         Pos III (camp 4) berada pada ketinggian 1943 mdpl.para pendaki sering menyebut pos ini dengan nama camp air karena merupakan satu-satunya pos di jalur kambuno yang terdapat sumber air.Terdapat sungai yang dengan lebar sekitar 3 meter.luas tempat camp berupa tanah datar sekitar 5x5 meter.di pos ini banyak tedapat lebah kecil.
         Para pendaki umumnya mengambil titik camp di pos ini sebelum memulai perjalanan besok paginya ke puncak.
Pos IV
          Pos IV berupa tanah datar yang sempit.di dominasi tumbuhan semak dan pakis.Posisi pos ini dekat dengan longsoran.jalur dari pos III sangat terjal.beberapa kali kami harus menggunakan webbing untuk melalui jalur yang terlalu miring.ada juga jalur yang suday hilang ataupun tertutup oleh pohon tumbang.  
           
Pos V
         Pos V berada pada ketinggian 2190 mdpl,merupakan tanah datar dengan luas sekitar 10 x 15 m.berjarak sekitar  1 km dari pos IV ditempuh melalui medan yang juga cukup menanjak.Meskipun luas,pos ini tidak memungkinkan untuk camp karena sumber air yang jauh juga suhu yang sangat dingin.
         Di pos ini terdapat percabangan jalan yang cukup berbahaya terutama jika dari puncak karena jalur asli yang terlihat sangat kecil,percabangan ang terlihat lebih besar.Medan berupa tanah yang rawan longsor karena minim poho-pohon besar.

Pos VI
        Memasuki pos VI,vegetasi kami di kagetkan oleh seekor anoa yang tiba-tiba melompat keluar dari semak.di pos ini sampai pos VII memang kami dapati paling banyak kotoran anoa yang menandakan hewan khas sulawesi ini lebih sering di sekitar pos ini.Juga terdapat pohon kalpataru dengan batang yang besar-besar.
        Pos VI berada pada ketinggian 2269 mdpl.masih banyak dilalui longsoran di jalur yang di lalui.Juga ditemukan percabangan jalur dan beberapa lubang yang di sebabkan oleh erosi tanah.

Pos VII
           Pos VII berjarak kurang dari satu kilo meninggalkan pos VI.medan yang tidak terlalu menajak tetapi tetap menguras tenaga karena jalur yang lembab. Di pos ini mulai dadapati tumbuhan lumut di sepanjang jalur yang kebanyakan terdiri dari bebatuan.
           Pos VII berada pada ketinggian 2398 mdpl.sinar matahari kurang karena tertutup pohon-pohon yang lebat.

Pos VIII
           Kondisi medan pos VIII hampir sama dengan pos VII,mungkin karena jarak yang dekat.Hanya populasi tumbuhan lumut yang semakin banyak.mulai ada di pepohonan.
           Di pos ini sampai pos IX adalah lokosi yang sangat rawan karena jalur yang sulit di bedakan.Pohon-pohon yang hampir sejenis dengan jarak antar pohon yang sama membuat kesulitan mengingat jalur terutama saat turun dari puncak.Penggunaan String Line sangat efektif dan membantu dalam hal ini.                  

Pos IX
           Pos IX berada pada ketinggian 2656 mdpl.merupakan pos dengan suhu yang paling dingin diantara semua pos menuju puncak kambuno.hampir tidak tampak lagi pohon-pohon dan bebatuan.yang terlihat hanya lumut diamana-mana.Julur licin dan sangat menanjak.jarak pandang hanya sekitar 4 meter karena kabut yang tebal.

Pos X ( Puncak )
          Perjalanan menuju puncak juga adalah puncak,klimaks kesulitan dari medan yang telah dilalui.Jalur yang paling miring,bebatuan yang licin,suhu dingin dan tentu saja jauh,sangat menguras tenaga dan mental.sekitar 1,3 km dari pos IX dilalui dengan beberapa kali harapan sia-sia akan sampai di puncak.ternyata beberapa kali belum juga.
          Beberapa kali batu yang diinjak lepas dan jatuh menggelinding ke bawah.kami harus berpegang kuat-kuat pada pohon-pohon kecil untuk memastikan tetap aman meskipun terpeleset karena licin atau batu yang diinjak akan jatuh.tidak ada suara tim selama melalui jalur ke puncak.mungkin masing-masing berfikir kenapa bisa sampai di tempat seindah ini...hu..
           Beberapa bongkahan batu yang terusun di depan kami menandai triangulasi gunung kambuno.tanah datar sekitar 6x6 meter.Subhanallah.....
Kami sampai..merapat..mendarat...di puncak gunung kambuno.3883 mdpl setelah naik mobil 456 km dan berjalan kaki sekitar 50 km.
Semua rasa lelah,capek,letih,lemas,loyo,dilupakan sejenak..
Kami hanya mengabadikan momen ini beberapa menit kemudian segera bersiap turun kembali mengambil barang-barang di pos III lalu terus dan camp di dekat pos I (camp 5).
Perjalanan kembali ke dudun Mangkaluku kami tempuh hanya dalam waktu satu hari dari Pos I. Menginap semalam disanana lalu melanjutkan sehari perjalanan lagi ke Desa Malimbu. Rasa bahagia bercampur bangga menyelimuti perasaan kami ketika malam itu kami sudah dudk manis di dalam bus yang membawa kami dari Pertigaan Sabbang kembali ke Makassar. 11 jam didalam bus dimanfaatkan untuk menelfon, melepas rindu kepada kerabat setelah hampir 2 minggu tidak mencicipi teknologi bernama HP. Kecuali saya. Malam itu sepertinya tidak ada yang lebih penting dari mengingat kembali setiap langkah menuju dan pulang dari Gunung Kambuno.

Kutitipkan pesan ini kepada saudara-saudaraku Anak Alam sedunia.
Ayo minum-minum kopi sambil bercerita di teras ku.
Tapi itu setelah kita sudah sama-sama bisa bercerita tentang Kambuno.
Jembatan, kilometer 13, camp vietnam, mitos aneh, sarang anoa, pacet, camp air, kalpataru...
Saya tunggu...
Call : 085 298 295 295